AYO DUKUNG PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI BUMI INDONESIA TERCINTA

Minggu, 26 Desember 2010

Nasihat Baasyir untuk Aparat: Luruskan Kemungkaran Densus 88 yang Dimurkai Allah!

Kepada hamba-hamba Alloh:

1. Bapak Ketua Mahkamah Agung.
2. Bapak Jaksa Agung.
3. Bapak Kapolri.
4. Bapak Kadensus 88



Dengan izin Alloh SWT. melalui surat ini saya menyampaikan tadzkiroh (peringatan dan nasihat) kepada bapak-bapak demi keselamatan kita terutama di akherat kelak.

Tadzkiroh wajib saya sampaikan setelah saya melihat ada pelanggaran berat terhadap hukum Alloh dan sunnah rosul-Nya, yang sangat mengerikan yang dilakukan oleh Densus 88.

Pelanggaran hukum Alloh dan rosul-Nya yang sangat mengerikan ini ialah: menuduh ibadah i’dad (mempersiapkan kekuatan fisik dan mental serta menggunakan senjata untuk kepentingan bela Negara/Islam) yang diperintahkan oleh Alloh dan rosul-Nya yang diamalkan di Aceh dituduh melakukan perbuatan terror dan yang mengamalkan dituduh teroris.

I’dad adalah amal mempersiapkan kekuatan mental dan fisik semampunya untuk menggetarkan musuh Alloh dan musuh kaum muslimin agar tidak mengganggu Islam, karena karakter orang-orang kafir/musuh Alloh tidak ridho bila syariat Alloh dan sunnah rosul-Nya diamalkan oleh pribadi muslim maupun oleh masyarakat, dan memaksa agar muslimin mengikuti ideologi/agama mereka.

Alloh berfirman:

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sehingga engkau mengikuti millah/agama mereka…” (Al-Baqarah 120).

Disamping itu bila ada kemampuan, mereka terus-menerus memerangi kaum muslimin untuk dipaksa murtad. Hal ini diterangkan oleh Alloh SWT dalam firman-Nya:

“…Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup…” (Al-Baqarah 217).

….Demi keselamatan di akhirat nanti, saya menasihatkan agar Bapak-bapak meluruskan amalan mungkar Densus 88 yang dimurkai Alloh ini. Bapak-bapak selaku pimpinan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti….

Karakter permusuhan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin ini harus dihadapi dengan persiapan mental dan fisik agar mereka gentar, sehingga tidak berani mengganggu Islam dan kaum muslimin. Maka perintah i’dad mempersiapkan kekuatan mental dan fisik ini diterangkan oleh Alloh SWT. Untuk menggetarkan mereka, maka i’dad mempersiapkan kekuatan mental dan physic untuk bela Islam/Negara yang diridhoi oleh Alloh dengan cara berlatih adalah disyariatkan oleh Alloh SWT dan rosul-Nya.

Alloh memerintahkan i’dad ini dalam firman-Nya:

”Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya...” (Al-Anfal 60).

Yang dimaksud kekuatan dalam ayat tersebut diatas diterangkan Rosululloh SAW. ”Kecakapan menembak” jadi maksudnya kekuatan senjata, seperti diterangkan riwayat berikut:

Diriwayatkan dari Salabah bin Amir RA, beliau berkata: Saya telah mendengar Rosululloh SAW. Bersabda sedang baginda berada diatas mimbar: ”Persiapkan untuk menghadapi mereka kekuatan menurut kemampuanmu. Ketahuilah yang dimaksud kekuatan itu adalah melempar (menembak/memanah), ketahuilah yang dimaksud kekuatan itu adalah melempar, ketahuilah yang dimaksud kekuatan itu adalah melempar” (HR Muslim).

Dalam mengamalkan perintah Alloh SWT ini Rosululloh menggalakkan dan memuji orang yang berlatih senjata, sebagaimana beliau ketika melihat orang yang berlatih memanah, beliau bersabda:

”Lemparlah/panahlah wahai Bani Ismail karena sesungguhnya nenek moyangmu adalah pemanah-pemanah yang ulung” (HR. Bukhari).

Dan dalam rangka menekan pentingnya berlatih senjata baginda SAW Bersabda:

”Barang siapa yang berlatih senjata kemudian ia meninggalkannya, maka ia bukan dari golongan kami, atau dia telah berbuat maksiat” (HR Muslim dan Ibnu Majah).

Sabda Rosululloh tersebut diatas menunjukkan bahwa baginda memberi semangat kepada umat baginda untuk berlatih mental dan fisik. Ini menunjukkan bahwa berlatih kekuatan mental dan fisik disyariatkan.

….Latihan senjata di Aceh tujuannya adalah untuk mentaati perintah Alloh dan rosul-Nya. Karena itu, latihan tersebut adalah amal ibadah….

Latihan senjata di Aceh tujuannya adalah untuk mentaati perintah Alloh dan rosul-Nya dalam surat Al-Anfal 60, oleh karena itu latihan tersebut adalah amal ibadah, karena sifat orang beriman adalah taat mutlak terhadap perintah Alloh dan rosul-Nya, tidak membantah, dan mengamalkan menurut kemampuan.

Alloh SWT berfirman:

“Hanyalah ucapan orang-orang mukmin apabila mereka diajak kepada Alloh dan Rosul-Nya agar rosul memutuskan perkara diantara mereka, mereka berkata: Kami mendengar dan kami taat, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (An-Nur 51).

Maka saya dan Bapak-bapak kalau mengaku beriman, juga wajib mentaati perintah i’dad ini bila ada kemampuan, tidak boleh membantah. Perintah i’dad ini kekuatan hukumnya sama dengan perintah sholat, puasa, zakat, haji dll.

Maka jelaslah bahwa i’dad yang diamalkan di Aceh itu merupakan amal mulia yang insya Alloh diridhoi oleh Alloh SWT, maka kita hargai dan tidak direndahkan dengan dituduh teror. Tetapi ibadah i’dad di Aceh untuk mentaati perintah Alloh dan Rosul-Nya ini dicela dan dihina oleh Densus 88. Amalannya dituduh amalan teror, dan yang mengamalkan dituduh teroris, diserang dan pelakunya ditangkap secara sadis.

Maka jelas menghina ibadah i’dad yang diamalkan di Aceh itu berarti menghina Alloh, menghina perintah-Nya (Al-Anfal 60) menghina Rosul dan menghina sunnahnya tentang i’dad ini. Ini berarti Densus 88 menghina Alloh, syariat-Nya tentang i’dad dan menghina Rosululloh dan sunnah-Nya.

Secara tidak langsung Densus 88 menuduh Alloh SWT menciptakan syariat teror dan Rosululloh menggalakkan syariat teror. (Maha suci Alloh dan rosul-Nya dari tuduhan dan hinaan ini). Tindakan Densus 88 dalam hal ini sama dengan penghinaan orang kafir Amerika tehadap Alloh, syariat-Nya, rosul-Nya dan sunnahnya dengan berusaha membakar Al-Qur’an.

Maka jelas dengan sikap mungkar ini Densus 88 menjadi musuh Alloh, musuh rosul-Nya dan musuh kaum muslimin, sadar atau tidak sadar.

....Maka saya menasihatkan agar menghapus tuduhan teroris terhadap mereka yang mengamalkan ibadah i’dad ini dan memperlakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat dalam Al-Qur’an dan sunnah….

Maka demi keselamatan di akhirat nanti, saya menasihatkan agar Bapak-bapak meluruskan amalan mungkar Densus 88 yang dimurkai Alloh ini. Bapak-bapak selaku pimpinan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti. Maka saya menasihatkan agar menghapus tuduhan teroris terhadap mereka yang mengamalkan ibadah i’dad ini dan memperlakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat dalam Al-Qur’an dan sunnah.

Memang mereka dianggap melanggar larangan memiliki senjata tanpa izin. Tetapi peraturan ini bertentangan dengan syariat Alloh dan sunnah Nabi tentang i’dad. Maka peraturan ini batil harus dirubah. Yang dilarang seharusnya mereka yang memiliki dan berlatih senjata untuk kejahatan (perampokan dll), tetapi kalau untuk mentaati perintah Alloh dan rosul-Nya harus diberi kelonggaran meskipun dengan pengawasan, karena dalam Islam ada ketentuan manusia boleh membuat peraturan/undang-undang tetapi tidak boleh bertentangan dengan hukum Alloh dan rosul-Nya.

Tadzkiroh ini saya sampaikan semata-mata dengan niat:

1. Agar saya mempunyai alasan dihadapan Alloh untuk melepaskan tanggung jawab di akherat nanti, karena saya melihat penghinaan syariat i’dad oleh Densus 88, maka harus saya peringatkan dengan harapan mau bertobat dan bertaqwa.

Alloh berfirman:

“Dan ingatlah ketika suatu umat diantara mereka berkata: mengapa kamu menasehati kaum yang dibinasakan atau diazab oleh Alloh dengan azab yang sangat keras ? mereka menjawab: Agar kami mempunyai alasan(lepas tanggung jawab) kepada tuhanmu dan agar mereka bertaqwa” (Al-A’raf 164).

2. Bila tadzkiroh saya ini dilecehkan dan mereka terus menghina dan menghalangi pengamalan syariat i’dad sehingga Alloh murka dan menurunkan azab/bencana kepada mereka, semoga saya diselamatkan Alloh dari azab-Nya, karena saya sudah berusaha mengingatkan semampu saya.

Alloh berfirman: “Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras disebabkan mereka selalu berbuat fasik” (Al-A’raf 165).

Yaa Alloh... berilah petunjuk kepada pemimpin-pemimpin negara ini karena mereka tidak tahu,...Amin.

Yaa Alloh ...saksikan (Allohummasyhad) saya sudah memperingatkan menurut kemampuan saya. Amin.

Wassalam.

Jakarta, 24 Dzulqo’dah1431 H.
30 Nopember 2010 M.


Al-Fakir Ilalloh,
Dari hamba Alloh yang selalu mengharap ridho-Nya.

Abu Bakar Ba’asyir



Tembusan kepada hamba-hamba Alloh:

1. Bapak Menteri Agama.
2. Bapak Ketua Majelis Ulama Indonesia.
3. Bapak Ketua Mahkamah Konstitusi.
4. Bapak Ketua MPR.
5. Bapak Ketua DPR.
6. Bapak Ketua TPM (Tim Pengacara Muslim).