AYO DUKUNG PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI BUMI INDONESIA TERCINTA

Selasa, 29 Juni 2010

Di Sukabumi, Aparat Bubarkan Pengobatan Gratis Anak PKI

Sukabumi (voa-islam.com) – Belum selesai kasus pembubaran sosialisasi di banyuwangi, Pembubaran kegiatan yang dilakukan anggota DPR kembali terjadi. Setelah bersama Rieke ”Oneng” Dyah Pitaloka diusir ormas saat mengisi acara di Banyuwangi, Jawa Timur, kini giliran kompatriotnya di PDIP, Ribka Tjiptaning mendapat perlakuan yang sama.

Acara pengobatan gratis Ketua Komisi IX DPR itu, dibubarkan aparat Kecamatan Warungkiara. Menurut Informasi di lapangan menyebutkan, pembubaran pengobatan gratis yang digelar Ribka Tjiptaning itu terjadi di Kampung Cilandak, Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, KabupatenSukabumi, sekitarpukul 10.00 WIB kemarin. Saat dibubarkan, ada sekitar 200 warga sedang berobat.

Humas Tim Pengobatan Gratis Ribka Tjibtaning, Andi Suherlan mengatakan, kegiatan pengobatan gratis terpaksa dibubarkan karena pihak Kecamatan Warungkiara dan Desa Sirna Jaya meminta tim medis Ribka Tjiptaning menandatangani surat pernyataan di atas materai.Tim medis menolak memenuhi permintaan Camat Warungkiara, Eri Estanto, dan memutuskan untuk menghentikan kegiatan pengobatan gratis.

...pembubaran pengobatan gratis di Kampung Cilandak, Desa Sirnajaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Saat dibubarkan, ada sekitar 200 warga sedang berobat...

”Kami harus menandatangani surat pernyataan bahwa kegiatan yang digelar bukan malpraktik. Ini sangat berlebihan, sebab tim medis yang diterjunkan adalah tenaga profesional yang kegiatannya diawasi serta mendapatkan penugasan langsung Ketua Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan. Jelas kami menolak menandatangani surat itu,” tegas Andi.

Sementara itu, Camat Warung kiara Eri Estanto mengaku tidak pernah membubarkan atau menghentikan kegiatan pengobatan gratis Ribka Tjiptaning.

Menurut dia, pihaknya meminta agar ada penjelasan tentang tim medis yang diterjunkan. ”Saya hanya ingin ada kejelasan siapa dan dari mana saja tim medis yang diterjunkan. Sebab bagaimanapun, ini menyangkut nyawa orang banyak. Surat bermaterai yang saya tawarkan itu hanya solusi, agar jika terjadi sesuatu dapat dipertanggung jawabkan,” ungkap Eri.

Ribka Bangga Jadi Anak PKI

Sebelum menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, nama Ribka Ciptaning Proletariati mencuat setelah menulis buku buku “Aku Bangga Jadi Anak PKI.” Buku yang ditulis Ribka ketika menjabat sebagai salah seorang Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat periode 2000-2005 itu berkisah tentang suka duka menjadi anak PKI yang sangat ditindas waktu jaman Orde Baru.

Ribka mengatakan, saat tragedi G-30-S/PKI, dirinya baru berusia tujuh tahun. Kenangan buruk tentang tragedi tersebut dia ungkapkan dalam bukunya itu. Dia pun mengakui pada pemilihan umum 1999, sekitar 20 juta anak PKI mencoblos tanda gambar Banteng Gemuk (PDIP). (Ibnudzar/sindo)