AYO DUKUNG PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI BUMI INDONESIA TERCINTA

Jumat, 14 Januari 2011

Arafat Mati Karena Diracun Israel

TEPI BARAT (voa-islam.com): Teka-teki penyebab kematian bekas pemimpin Palestina Yasser Arafat terkuak. Hasil investigasi terbaru menyebutkan, Arafat meninggal karena diracun menggunakan thallium. Racun tersebut disusupkan ke dalam makanan dan minuman Arafat.

Menurut mantan penasihat senior Arafat, Bassam Abu Sharif, hasil investigasi ini adalah laporan dari analisa forensik Inggris. Thalliun adalah racun berbahaya dan sulit terdeteksi. Biasanya, racun ini bekerja setelah masuk lewat mulut. Dia menduga Israel pelakunya.

"Racun ini hasil ekstrak dari rumput laut dan berubah bentuk menjadi cairan, tidak berwarna, tidak memiliki rasa dan tidak berbau," kata Abu Sharif seperti dikutip dari laman AlArabiya.Net, dua hari lalu.

Karena karakternya sulit terdeteksi, kata Abu Sharif, thallium bisa dimasukkan ke dalam makanan atau minuman tanpa disadari. Racun tersebut juga bisa masuk ke tubuh dengan cara disuntikkan lewat pembuluh darah.

Namun, kata Abu Sharif, laporan itu menyebutkan, racun itu efektif bekerja bila masuk ke tubuh melalui lidah. "Jadi, sangat mungkin thalium masuk lewat teh, air minum, kopi, buah atau obat," katanya.

Para ahli racun sangat asing dengan racun ini. Hanya ahli racun di bidang forensik yang bisa mengidentifikasi racun ini di tubuh. "Menurut ahlinya, racun ini sungguh berbahaya dan tidak ada penangkalnya bisa sudah masuk ke tubuh setelah lima jam," ujar Abu Sharif.

Bila sudah masuk ke tubuh seseorang, thallium bisa merusak berbagai organ dalam. Mulai dari, ginjal, hati, paru dan teraakhir otak. Menurut ahli, lamanya racun bekerja tergantung dari berbagai faktor, seperti usia, dan ketahanan tubuh. "Tapi biasanya, racun ini menjadi mematikan dalam waktu dua hingga delapan bulan, dan bisa menjadi waktu yang cukup untuk si peracun kabur," kata Abu Sharif.

Abu Sharif mengingatkan, Presiden Palestina saat ini Mahmoud Abbas ada kemungkinan dia diracun seperti Arafat. "Kemungkinan Israel ingin menyingkirkannya bersama Perdana Menteri Salam Fayyad, Israel ingin Palestina tidak memiliki pemimpin," ujarnya.

Abu Sharif mengatakan, dia juga telah mengingatkan Arafat beberapa bulan sebelum dia diracun. "Saya katakan, racun adalah senjata utama Israel," katanya. Yasser Arafat meninggal pada usia 75 tahun di Rumah Sakit Militer Prancis, 11 November 2004.

Arafat pemimpin Palestina dan seorang penerima Penghargaan Nobel. Semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Presiden Otoritas Nasional Palestina (PNA). Arafat merupakan pemimpin partai politik Fatah yang ia dirikan pada 1959. Arafat menghabiskan sebagian besar hidupnya memerangi Israel untuk memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi Palestina.