AYO DUKUNG PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI BUMI INDONESIA TERCINTA

Kamis, 28 Oktober 2010

Hari Gini Pacaran? Gak Level Deh, Jahiliyah..!!

Sebel nggak sih ketika ada beberapa teman kamu yang pacaran di sekolah bahkan di dalam kelas? Banget jawabnya. Tenang, rasa sebal tadi bukan karena sok ngiri tanda tak mampu atau tak laku. Sebagai perempuan muslimah yang berusaha menjaga izzah (harga diri), pacaran sama sekali bukan menjadi pilihan untuk menghabiskan masa muda. Betul tidak? Lagipula memang kamu kan gak jualan barang, jadi gak butuh laku donk.

Sobat remaja, jangan pernah tersepona (eh.. terpesona) dengan aktivitas pacaran yang menjurus pada zina. Ingat kan batasan yang diberikan Allah di QS. Al-Isra: 32, wa laa taqrabuz-zina. Janganlah berdekatan dengan zina. Berdekatan saja tak boleh apalagi sampai melalukan. Na’udzubillah min dzalik.

Jangan khawatir kehabisan stok jodoh bila alasan remaja pacaran adalah agar mudah mendapat jodoh. Jodoh itu sudah dituliskan di Lauhil Mahfudz sejak awal mula tuh ditiupkan bersamaan dengan risky dan mati kita. Tinggal bagaimana menjemput jodoh itu merupakan pilihan manusia, apakah jalan halal atau haram yang akan ditempuh. Dan inilah yang nantinya bakal dihisab di hari perhitungan kelak.

Senyampang kamu masih muda, sangat muda bahkan, jangan sia-siakan waktumu dengan memikirkan dan beraktivitas pacaran saja. Jalanmu masih panjang. Fokuskan dirimu untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya. Karena masa depanmu sangat berkaitan erat dengan ikhtiyar yang kamu lakukan hari ini.

Tak perlu beralasan macam-macam kalau gaya pacaran yang dilakukan tak macam-macam. Siapa bisa menjamin kalau ada dua anak Adam yang berlainan jenis berdua-duaan, maka setan tak akan menggoda? Tak ada jaminan itu sama sekali, sobat! Jadi jangan bermain api deh kalau tak terbakar.

....Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern....

Pacaran itu aktivitas orang jahiliyah yaitu orang-orang yang masih bodoh karena belum mendapat cahaya Islam. Hanya saja jahiliyah yang ada terbungkus dengan istilah modern padahal intinya mah sama saja yaitu kemaksiatan. Pacaran ini hanya pantas dilakukan oleh orang zaman purba ketika mereka masih belum mengenal peradaban. Nah, bagi kamu-kamu yang merasa sudah jadi orang beradab, maka udah nggak zamannya lagi main pacaran deh.

Muslimah shalihah pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi. Bisa sih dikatakan produktif yaitu ketika perut si cewek bertambah besar alias MBA (Married By Accident) alias hamil akibat berzina. Hii…astaghfirullah, na’udzubillah. Memproduksi calon jabang bayi yang tak tahu-menahu perbuatan dosa besar yang dilakukan oleh dua anak manusia ini. Asli, gak level banget kamu berada di posisi ini.

....Muslimah shalihah pasti ogah banget dengan aktivitas pacaran ini. Sudah gak produktif, maksiat lagi....

Tak ada asap bila tak ada api, kata pepatah. Tak ada perzinaan selama tak ada aktifitas mendekati zina. Dan pacaran adalah ajang yang pas bagi bagi kedua insan berlainan jenis untuk baku syahwat. Jadi kalo kamu tak mau terjebak dalam bujuk rayu syaitan dalam hal ini, maka JAUHI pacaran! Jauhi berdua-duaan tanpa mahrom, jauhi hal-hal yang bisa mengundang fitnah dan jauhi juga segala berbau dosa. Kalo kamu mengaku remaja muslim yang keren dan cerdas, pasti deh gak bakal memilih pacaran sebagai aktivitas masa muda kamu. So, hari gini pacaran? Gak level banget tuh! [ria fariana/voa-islam.com]

Readmore...

Kamis, 21 Oktober 2010

Umat Islam di Jawa Tengah Siap Bersatu Lawan Rencana Keji Amerika di Indonesia Dengan Kedok Terorisme yang Dimotori Densus 88

UMAT ISLAM DI JAWA TENGAH SIAP BERSATU PADU MELAWAN

RENCANA KEJI AMERIKA DI INDONESIA DENGAN KEDOK TERORISME YANG DIMOTORI DENSUS 88



Klaten, Jawa Tengah – Kaum muslimin dari berbagai elemen umat islam dan masyarakat umum se-antero Jawa Tengah pada hari ahad 26 September 2010 tumpah ruah di Kabupaten Klaten Jawa Tengah (tepatnya di antara kota Yogyakarta dan kota Surakarta/Solo) yang bertempat di masjid An-Nur Sangkal Putung Klaten untuk menghadiri seminar dan diskusi ilmiyah dengan tema “REKAYASA GLOBAL AMERIKA DI BALIK PENANGKAPAN UST ABU BAKAR BA’ASYIR DAN AKTIVIS ISLAM DI INDONESIA” dengan pembicara 1) Ust Abdul Rochim Ba’asyir dari Jama’ah Ansharut Tauhid/JAT (Ketua Sariyah Da’wah Wal I’lam JAT Pusat) dan 2) Ust Nur Alam WD dari Hizbut Tahrir Indonesia/HTI (Lajnah Islamiyah HTI Solo Raya) yang di selenggarakan oleh Sariyah Da’wah Wal I’lam JAT wilayah Jawa Tengah. Sebagai pengetahuan saja, bahwa Sariyah Da’wah Wal I’lam adalah salah satu Divisi yang berada di bawah struktural JAT yang bergerak di bidang da’wah. Divisi ini mempunyai berbagai macam Departemen, diantaranya ialah Departemen Da’wah yang membidangi da’wah untuk masyarakat umum, Departemen I’lam sebagai pusat data dan informasi lewat internet (website, blog), radio, dsb, kemudian penyebaran majalah dan buletin, serta hubungan kemasyarakatan (HUMAS).

Acara yang sekiranya akan dimulai pukul 08.00 wib ternyata diluar keinginan panitia molor sampai jam 09.00 wib karena beberapa hal. Salah satunya ialah tidak bisanya sound sistem yang akan digunakan, padahal sebelum acara dimulai jam 08.00, yaitu waktu dicoba bagian sound sudah ready semua. Kemudian waktu dipindah ke listrik yang ada di masjid bisa, akan tetapi daya untuk mengangkat kekuatan sound yang dimiliki listrik masjid tidak kuat, padahal secara akal sehat harusnya kuat. Akhirnya sound yang digunakan volume suaranya naik turun disebabkan kurangnya daya kekuatan listrik. Dari kejadian-kejadian tsb, maka panitia merasa mulai ada sesuatu hal yang tidak beres, apakah disebabkan MURNI gangguan teknis atau gangguan dari oknum atau kelompok yang tidak menyukai acara tsb berjalan sukses. Wallahu A’lam...

Akan tetapi hal tsb tidak menyurutkan langkah panitia untuk melanjutkan kegiatan dan menyurutkan semangat jama’ah yang sudah hadir. Bahkan dengan pertolongan Allah, jama’ah yang hadir baik putra maupun putri semakin lama semakin bertambah banyak. Menurut pelaksana teknis dari ikhwan JAT dan HTI yang ditunjuk panitia penyelenggara untuk mengkoordinir jama’ah, kira-kira ada 2.500an orang yang hadir dari segala lapisan masyarakat mulai tokoh-tokoh masyarakat, ‘alim ulama, dll. Sampai-sampai masjid yang di pakai tidak muat untuk menampung jama’ah yang hadir dan ada pula yang ada diluar masjid (halaman dan tempat parkir). Sebab menurut takmir masjid, ruang yang digunakan tsb biasanya bisa menampung ± 2.000 orang.

Sebelum acara inti berlangsung, ketua panitia penyelenggara yang selaku ketua Sariyah Da’wah Wal I’lam JAT wilayah Jawa Tengah (Ust Wahyu Abdurrahman) dalam kata sambutannya dan dibagi pula kepada jama’ah yang hadir secara tertulis menyampaikan sekilas tujuan di adakannya acara ini,

* Pertama dan yang utama, kegiatan ini di selenggarakan sebagai upaya untuk menyeimbangkan pemberitaan di media massa, baik media cetak dan terkhusus media elektronik serta TV-TV swasta yang dikuasai imperialisme barat serta zionis yahudi, berkenaan penangkapan Ust Abu Bakar Ba’asyir serta aktivis-aktivis islam di Indonesia dengan kedok TERORISME yang dilakukan Amerika yang terlalu berlebihan dalam pemberitaannya dan selalu memojokkan islam dan kaum muslimin.
* Kedua, sebagai upaya untuk memberikan dukungan dan do’a kepada para mujahid, keluarganya dan aktivis islam yang sedang di dholimi Densus 88, khususnya Ust ABB.
* Ketiga, mengajak seluruh elemen umat islam dan kaum muslimin agar bersatu padu dalam melawan kedholiman yang dilakukan Densus 88 terhadap saudara-saudara kita dari kaum muslimin serta bersikap kritis dan melihat secara fair terhadap segala pemberitaan yang ada di media massa baik cetak maupun elektronik. (secara lengkap terlampir)

Mendengar seruan pada poin ketiga tsb, sontak jama’ah yang hadir dengan suara bergemuruh menyatakan siap dan di iringi teriakan takbir, Allahu Akbar...

Pada acara inti, pembicara pertama yaitu Ust Abdul Rohim Ba’asyir (atau yang lebih akrab disapa Ust Iim) menyampaikan presentasinya berkenaan issu-issu yang mengaitkan Ust ABB yang merupakan Ayahanda beliau dengan kegiatan latihan militer di Aceh serta yang terbaru dan aktual adalah perampokan bank CIMB Niaga di Medan sebulan yang lalu. Tentang tuduhan merestui, mengetahui dan mendanai (mempunyai rekening untuk mendanai) kegiatan latihan militer di Aceh, beliau menyangkal semua fitnah tsb.

Dalam kesempatan tsb beliau menyampaikan, bagaimana mungkin Ust ABB bisa dikatakan oleh polisi ikut mendanai latihan tsb sedangkan sebagai contoh ialah jam tangan dan sandal beliau saja itu pemberian orang lain. Yang lebih lucu lagi menurut Ust iim adalah tuduhan kepemilikan rekening untuk mendanai latihan tsb, beliau menyampaikan “Beliau itu anti sekali dengan yang namanya bank, jangankan bank konvensional, bank syari’ah saja menurut Ust Abu itu masih ada unsur ribawi”. Kemudian lebih lanjut beliau menyampaikan tentang reaksi Ust Abu saat diberitahu pengacara beliau bahwa beliau terlibat perampokan bank CIMB Niaga di Medan, saat mendengar berita itu beliau hanya tertawa terbahak-bahak seraya berkata “Polisi ini ngawure wis pool, lhawong saya ada di dalam penjara kok di tuduh terlibat perampokan”.

Kemudian, inti dari apa yang disampaikan Ust Iim pada acara tersebut adalah bahwa Ayahanda beliau adalah salah satu korban dari slogan TERORISME yang dikumandangkan Salibis Amerika dan Zionis Yahudi untuk melemahkan kaum muslimin khususnya di Indonesia, agar umat islam jauh dari para ulama (semisal Ust Abu) yang akhirnya masyarakat jauh dari nilai-nilai islam dan membuang jauh-jauh syari’at islam untuk mengatur kehidupannya, yang sering di sampaikan Ust Abu melalui ceramah-ceramah beliau.

Lalu, beliau juga menyampaikan mengapa Ust Abu kok selalu dikait-kaitkan dengan kasus-kasus terorisme sejak kasus Bom Bali I (padahal waktu di persidangan tidak terbukti) dan sekarang kasus latihan militer di Aceh? Hal ini disebab konsistensi beliau sebagai seorang da’i yang teguh dalam menyampaikan kebenaran (Al-Haq) dan seruan beliau untuk kembali kepada syari’at islam dalam mengatur kehidupan bermasyarakat maupun bernegara. Secara lanjut beliau menyampaikan bahwa Amerika menginginkan supaya pemerintah Indonesia dengan segala cara agar menghentikan da’wah Ust Abu, DENGAN CARA DI PENJARA OK, DENGAN CARA DI BUNUH JUGA LEBIH BAIK. Sebab menurut Amerika, Ust Abu mewakili peranan Al Qaeda di Indonesia dan selalu mengganggu kepentingan barat, khususnya Amerika.

Dalam penutupan materinya, Ust Iim juga mengingatkan bahwa jika kita terus-menerus tetap menutup mata dan tidak melek (membuka mata) akan kondisi terkini terhadap apa yang telah menimpa saudara-saudara kita dari sebagian kaum muslimin yang teguh menyuarakan syari’at islam baik didalam negeri maupun diluar negeri, maka tunggu saja kitalah korban selanjutnya dari ke-beringas-an Densus 88 sebagaimana yang telah menimpa Ust Abu dan aktivis islam lainnya. Sebab, ISSU TERORISME ini tidak hanya dijalankan Amerika di Indonesia, melainkan merupakan REKAYASA GLOBAL AMERIKA untuk menghabisi umat islam di seluruh dunia dan mengeruk kekayaan alam di negeri tsb. Maka dalam presentasi penutupnya, beliau mengajak seluruh umat islam agar (secara lengkap terlampir),

1. Umat islam harus berusaha membuat media sendiri (baik cetak maupun elektronik) untuk menandingi media-media yang ada di Indonesia yang merupakan kaki tangan Amerika untuk membangun opini pencitraan buruk terhadap islam yang dilakukan Amerika, serta sebagai sarana da’wah untuk menyampaikan Al-Haq.

2. Umat islam sejak dini harus menyadari serangan yang dilakukan Amerika kepada agamanya. Sebab, slogan perang melawan terorisme yang dilakukan Amerika di seluruh dunia (termasuk di Indonesia melalui Densus 88) merupakan tampilan luar saja untuk menyerang islam dan kaum muslimin secara menyeluruh, baik serangan dari segi ekonomi, budaya dan aqidah islamiyah. Wallahu A’lam...

Kemudian, pembicara kedua yaitu Ust Nur Alam WD dari HTI menyampaikan presentasinya berkenaan rencana-rencana Amerika terhadap negeri-negeri yang mayoritas berpenduduk muslim (khusunya Indonesia) serta rekayasa global Amerika tentang penangkapan Ust ABB yang dilakukan Densus 88. Dalam kesempatan tsb, Ust Nur membagi presentasinya menjadi 3 bagian. Pertama mengenai kondisi dalam negeri setelah Ust ABB di tangkap, kedua makna teroris dalam pandangan musuh-musuh islam dan ketiga rekayasa global Amerika untuk melemahkan semangat jihad umat islam.

Pada bagian pertama presentasinya Ust Nur mengambil kesimpulan bahwa,



1. Telah terjadi opini tidak berimbang yang dikembangkan oleh media massa.

Maka dalam hal ini umat islam harus mengetahui mana berita yang sebenarnya, sekedar opini, atau bahkan kebohongan publik belaka. Dalam hal ini musuh-musuh islam di indonesia yang di motori Densus 88 dan para pembantunya memang lebih kuat, apalagi TV ONE dan METRO TV yang menjadi garda terdepan dalam masalah ini sangat lihai untuk memutar balik fakta.

1. Terjadi stigmatisasi negatif Islam dan umat islam.

Dengan adanya berita-berita di stasiun TV yang di sebut di atas, jelas secara langsung maupun tidak langsung akan berefek buruk bagi masyarakat dalam memandang islam dan kaum muslimin melalui issu bohong terorisme. Apalagi mayoritas masyarakat Indonesia sekarang ini setiap rumah mempunyai televisi, akhirnya mereka menjadi sasaran empuk untuk menghancurkan umat islam.

1. Introspeksi bagi institusi kepolisian untuk bertindak; profesional, proporsional, akuntabel, dan humanis.
2. Pengalihan opini akan kebobrokan kapitalisme liberal yang diterapkan di Indonesia.

Penangkapan Ust ABB menurut analisa beberapa analis dan pengamat publik merupakan pengalihan opini atau pengalihan issu terhadap kasus-kasus yang membelit pemerintahan sekarang, mulai dari kasus Century yang semakin tidak jelas, Rekening Gendut Polri yang seperti di telan bumi, rekayasa penangkapan Komjen Pol. Susno Duaji yang melibatkan Kapolri, dll.

1. Politik pencitraan, dengan penciptaan konflik.

Terakhir adalah untuk membuat kesan positif bagi pemerintahan SBY dan melanggengkan kekuasaannya dengan mengorbankan rakyatnya sendiri umtuk kepentingan Amerika.



Pada bagian kedua presentasinya Ust Nur menyampaikan panadangan para pengamat atau para ahli terorisme yang semuanya menurut beliau hanya omong kosong. Sebagai contoh beliau menyampaikan salah satu pernyataan Brigjend Pol. ( Purn) Drs.Ansyaad Mbai selaku Desk Anti Teror (BNPT) bahwa mindset (pola pikir) teroris adalah,

1. Para teroris menganggap bahwa proses damai untuk mendapatkan perubahan tidak akan diperoleh.
2. Karenanya cara kekerasan sah dilakukan yang penting tujuan tercapai.

Kemudian menurut versi Kepolisian, teroris adalah orang-orang yang bersenjata dan yang mempunyai mindset teroris adalah ingin memisahkan diri dari NKRI, dan membuat Otonomi dan mendirikan negara islam. Maka kalau begitu perlu kita pertanyakan, bagaimana kelompok-kelompok seperti JI, NII, Mujahidin Kompak bahkan JAT, dll bisa di katakan sebagai sarang teroris? Sedangkan seperti GAM yang ada di Aceh, OPM yang ada di Papua dan RMS yang ada di Maluku tidak di sebut sebagai teroris??? Padahal dengan jelas sekali bahwa mereka juga merupakan kelompok yang bersenjata yang ingin memisahkan diri dari NKRI dan pernah juga ditanyangkan di TV-TV Nasional aksi-aksi mereka yang menyerang para polisi.

Maka, Ust Nur dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesimpulan bahwa Terorisme dan Terorisme Negara sama-sama di-haramkan Islam. Terorisme bukan jihad, dan jihad juga bukan terorisme. Islam mengajarkan jihad dan bahkan menetapkannya sebagai mahkota Islam (dzarwah sanam) dan mengharamkan terorisme. Maka Jihad, menurut syariat Islam, adalah

1. Qital al-Kuffar fi sabilillah li I’lai kalimati-Llah, yang memiliki hukum dan akhlak yang mulia (sumber: al-Jazairi, al-Fiqih ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah).

2. Jihad adalah perang di jalan Allah; sasarannya orang Kafir yang memusuhi dan menghalangi Islam; motivasinya untuk menjunjung kalimah Allah.

Jihad merupakan langkah terakhir setelah:

1. Dakwah untuk memeluk Islam yang disampaikan kepada mereka ditolak;
2. Dakwah untuk bersedia hidup dalam naungan Islam, dengan tetap memeluk agama dan keyakinannya mereka tolak;
3. Jika kedua alternatif tadi mereka terima, maka mereka haram diperangi;
4. Atau ketika umat Islam diperangi secara fisik, seperti di Palestina, Afganistan, dan Irak.
5. Dalam berjihad, diharamkan membunuh anak-anak, wanita, orang tua, merusak bangunan, rumah ibadah, pohon, dll..
6. Bandingkan dengan invasi AS, Inggeris dan sekutunya. Di Irak :

* Ratusan ribu anak-anak, wanita, orang tua dan penduduk sipil lain tewas;
* Ribuan anak-anak lahir cacat, akibat radiasi senjata pemusnah masal yang mereka gunakan;
* Ribuan bangunan hancur dan porak-poranda; kesucian al-Qur’an dan masjid diinjak-injak, kehormatan wanita dicabuli.. Wallahu A’lam...

Inikah peradaban sampah yang mereka agung-agungkan, dan hendak dijual di negeri muslim?

Jadi, siapa Teroris Sebenarnya?

Bagian terakhir dari penyampaikan materi Ust Nur fokus kepada strategi global Amerika dalam mengokokohkan kakinya dan kepentinganya di negeri kaum muslimin untuk menguasai negeri tsb melalui rekayasa-rekayasa busuknya baik dalam segi politik demokrasinya, perdagangan dan ekonomi kapitalisnya, budaya glamorisnya, kebebasan beragamanya serta yang paling keji adalah mematikan semangat jihad kaum muslimin dengan membuat pencitraan buruk terhadap islam melalui issu Terorisme.

Dalam penutup materi yang beliau sampaikan, beliau mengajak seluruh kaum muslimin agar :

1. Mewujudkan persatuan dan kesatuan umat yang solid: Jangan sampai dipecah belah. Islam hanya satu; Islam is Islam.
2. Umat Islam harus memiliki kesadaran yang sahih tentang Islam, dan kesadaran politik yang tinggi.
3. Metode dakwah untuk melakukan perubahan adalah: fikriyah (intelektual), siyasiyyah (politis), la unfiyah (non-kekerasan) dalam jamaah yang solid. Wallahu A’lam... (secara lengkap terlampir)

Alhamdulillahi robbil ‘alamin...

Klaten, 26 September 2010/17 Syawwal 1431

Oleh : Bekti Sejati

Readmore...

"SUNGGUH KEJAM" Prajurit AS Berlomba Bunuh Warga Afghan dan Kumpulkan Jari Mereka

WASHINGTON (voa-islam.com): Sumber pers Inggris melaporkan tentang tuntutan hukum terhadap 12 prajurit AS di Amerika Serikat atas tuduhan membentuk tim pembunuh rahasia yang dituduh membunuh warga sipil Afghanistan secara acak dan mengumpulkan jari mereka sebagai hadiah.

Menurut koran "The Guardian",lima prajurit telah dituduh membunuh tiga warga Afghanistan dalam kejadian yang berbeda tahun ini, dengan tujuan hiburan, dan tujuh prajurit lainnya dituduh menutupi pembunuhan tersebut dan mengancam prajurit baru yang melaporkan para pembunuh ini ketika melakukan pelanggaran yang lain, termasuk merokok ganja yang disita dari warga sipil.

Tuduhan-tuduhan kejahatan perang ini termasuk tuduhan yang paling serius yang dihasilkan perang di Afghanistan, dan para terdakwa yang bersalah tergabung dalam brigade infanteri raider yang berbasis di provinsi Kandahar.

The Guardian mengutip informasi ini dari para penyelidik dan dokumen pengadilan bahwa rencana pembunuhan warga sipil Afghanistan mulai setelah kedatangan Sersan Calvin Gibbs ke pangkalan Ramrod November lalu, dan dokumen tersebut menjelaskan bahwa beberapa prajurit menyampaikan kepada unit investigasi kriminal militer bahwa Gibbs bangga dengan yang dilakukannya di Irak dan dia terbebas dari hukuman, dan mengutip pengakuannya bahwa sangat mudah untuk "melemparkan granat ke arah salah satu dari mereka dan membunuhnya".

Dan menurut para penyidik, bahwa Gibbs (25 tahun) telah membuat rencana dengan prajurit lain yaitu Jeremy Morlock (22 tahun) dan beberapa prajurit lainnya dari brigade tersebut, dan membentuk tim "pembunuh" dan dituduh telah membunuh setidaknya tiga warga sipil Afghanistan selama patroli mereka.

Dokumen tuduhan tersebut menunjukkan bahwa korban pertama adalah Gul Mudin, yang terbunuh "setelah dilempar granat dan diberondong dengan senapan" ketika patroli para prajurit terdakwa tersebut memasuki desa La Muhammad Qalay Januari lalu.

Saat itu Morlock dan seorang prajurit lainnya bernama Andrew Holmes (19 tahun) dalam tugas penjagaan didekat ladang budidaya opium, ketika itu prajurit pertama melemparkan granat yang diberikan Gibbs kepadanya kearah dinding yang berdiri di depannya seorang warga sipil yang menjadi target, sementara Holmes menembaki dinding yang mengakibatkan terbunuhnya warga tersebut.

Holmes mengatakan bahwa Murlok meyakinkannya bahwa tujuan pembunuhan yang dilakukannya semata hiburan, dan mengancam akan membunuhnya jika memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Korban kedua bernama Marash Agha, yang ditembak di bulan berikutnya, dan Gibbs dituduh menembak Aga dan meletakkan Kalashnikov didekat tubuhnya untuk alasan menutupi kejahatannya.

Pada bulan Mei, para prajurit tersebut membunuh Mulla Adhadhad dengan sebuah granat tangan.

Surat kabar militer "Army Times" melaporkan bahwa para prajurit tersebut mengumpulkan jari-jari korban mereka untuk kenag-kenangan dan mengambil gambar dengan mayat mereka.

Lima prajurit Gibbs, Morlock dan Holmes, bersama dengan para prajurit Michael Wagnon dan Adam Winfield dikenai tuduhan pembunuhan dan penyerangan, selain tuduhan lain, dan mereka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

(ar/guardian)

Readmore...

Rabu, 20 Oktober 2010

Hukum Jihad, Antara Fardhu 'Ain dan Kifayah

Pembagian Jihad Melawan Orang-orang Kafir

Para ulama membagi jihad melawan orang-orang kafir menjadi dua bagian. Yaitu jihad difa’ (jihad defensif) dan jihad thalab (Jihad ofensif). Jihad model pertama diperuntukan untuk melawan musuh yang menyerang. Jihad ini diwajibkan bagi penduduk negeri yang diinvasi musuh, walaupun tanpa ada imam yang memimpin.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa apabila musuh hendak menyerang kaum muslimin maka membela diri menjadi kewajiban bagi semua penduduk yang diserang. Dan bagi kaum muslimin yang tidak diserang wajib membantu saudara mereka. Beliau rahimahullaah menganalogikan dengan kondisi kaum muslimin yang diserang musuh pada waktu perang khandak, maka Allah tidak mengizinkan seorang pun untuk meninggalkannya. Sebagaimana Allah mengizinkan untuk meninggalkan jihad untuk menyerang musuh yang kemudian membagi mereka menjadi dua bagian, qaidun wa kharijun (orang yang duduk-duduk dan yang keluar berjihad). Bahkan Allah mencela orang-orang yang meminta izin kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dalam firman-Nya,

يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِنْ يُرِيدُونَ إِلاَّ فِرَاراً

“Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata: "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)".” (QS. Al-Ahzab: 13)

Jihad difa’ ini untuk membela dien, kehormatan, dan jiwa. Bahkan peperangan ini sifatnya terpaksa, mau atau tidak harus dilakukan. Sementara peperangan model kedua merupakan perang pilihan untuk menambah pemeluk dien, meninggikannya, dan untuk menakut-nakuti musuh seperti dalam perang Tabuk dan semisalnya.

Imam al-Mardawi dalam al-Inshaf menjelaskan, yang dipahami dari ucapannya, atau musuh datang menyerang negerinya, bahwa perang ini tidak wajib bagi orang yang jauh, inilah pendapat yang benar kecuali ada hajat yang menyerunya untuk datang membantu, seperti tidak mampunya penduduk tersebut melawan musuh, maka bagi penduduk yang jauh juga menjadi wajib ain.

Sedangan jihad thalab (Jihad ofensif) adalah melaksanakan firman Allah Ta’ala:

قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. Al-taubah: 29)

Dan ayat-ayat lain serta hadits-hadits yang menunjukkan wajibnya berjihad dan berjalannya bersama setiap pemimpin yang baik maupun jahat sampai hari kiamat.

Hukum Dasar Jihad

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum jihad. Jumhur ulama berpendapat fardhu kifayah. Sedangkan sebagain ulama lainnya berpendapat fardhu ‘ain, di antaranya Sa’id bin Musayyib. Dan pendapat yang lebih benar adalah fardhu kifayah bagi umat ini, berdasarkan dalil-dalil yang ada.

Walaupun hukumnya fardhu kifayah, bukan berarti kita boleh kurang memperhatikannya. Karena jihad termasuk amal ibadah yang paling mulia. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam pernah ditanya, “Siapakah manusia yang peling utama?” Beliau menjawab, “Seseorang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.” (Muttafaq ‘alaih dari hadits Abu sa’id al-Khudri radhiyallaahu 'anhu).

Pernah Aisyah bertanya kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, “Kami mengetahui bahwa jihad adalah amalan yang paling utama, kenapa kita tidak juga berjihad?” Beliau shallallaahu 'alaihi wasallam menjawab, “Jangan, tapi jihad paling utama adalah haji mabrur.” (HR. Al-Bukhari, dan daam riwayat yang lain, “Jihad kalian (kaum wanita) adalah haji.”

Dari sini, banyak ulama yang berpendapat bahwa haji bagi wanita lebih afdhal daripada jihad. Jihad tidak diwajibkan atas kaum wanita tanpa perbedaan. (Lihat dalam al-Inshaf dan Majmu’ al-Fatawa).

Imam Ahmad rahimahullaah berkata, “Aku tidak mengetahui ada satu amal setelah shalat fardhu yang lebih utama daripada jihad.” Dan ketika disebutkan kepada beliau tentang jihad, maka beliau menangis dan berkata, “Tidak ada satu amal kebaikan yang lebih utama daripadanya.”

Bukan berarti pendapat tentang hukum jihad sebagai fardhu kifayah, jihad tidak wajib atas umat. Tapi fardhu kifayah apabila tidak ada yang menegakkannya maka seluruh umat berdosa. Hal ini sesuai dengan kesepakatan ahli ilmu.

Imam al-Mardawi berkata dalam al-Inshaf berkata, “Fardhu kifayah wajib atas semuanya. Dan dinashkan ini dalam urusan jihad. Apabila ada orang yang sudah melaksanakannya maka gugurlah kewajiban tersebut atas yang lain, tapi menjadi sunnah atas mereka.”

Dan apabila dikatakan jihad ini wajib ‘ain maka kewajiban-kewajiban lain pasti akan tertinggal, tidak ada yang mampu melaksanakannya. Dan kalaulha jihad ini hukumnya fardhu ain bagi setiap indvidu dari umat ini, maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam tidak akan pernah bisa berjalan-jalan di pasar dan para sahabat tidak akan sempat meletakkan pedang mereka dari pundaknya. Dan tidak mungkin umar akan berkata, “Kesibukan di pasar telah melalaikanku.” Ibnu ‘Auf radhiyallaahu 'anhushallallaahu 'alaihi wasallam mengizinkannya untuk tidak berangkat berjihad karena merawat istrinya, dan tidak mungkin tersisa seorang laki-lakipun di Madinah untuk menjaga kaum wanita dan anak-anak. juga tidak akan berkata, “Tunjukkan pasar kepadaku.” Begitu juga Utsman, tidak mungkin Nabi

Para ulama juga telah menetapkan syarat adanya bekal dan nafkah untuk keluarga yang ditinggalkan selama dia pergi berjihad (sebagaimana yang disebutkan dalam al-Muqni’, Syarh al-Kabir, dan Al-Inshaf). Kalau jihad ini wajib atas setiap individu, niscaya tak seorangpun diberi udzur untuk meninggalkannya, seperti orang-orang yang keadaannya tidak mampu.

Jihad juga tidak wajib atas kaum wanita, budak, orang-orang memiliki halangan, dan orang-orang yang mengutarakan alasan untuk tidak ikut keluar. Dan jika jihad ini hukumnya wajib ‘ain pastinya tidak seorangpun dari mereka yang diberi udzur (alasan) untuk tidak berjihad.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَى وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ () وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

“Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan tiada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu", lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (QS. Al-Taubah: 91-92)

Mereka-mereka yang lemah, sakit, fakir yang tidak memiliki apa yang bisa mereka nafkahkan, dan juga Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam tidak mendapatkan kendaraan untuk mengangkut mereka, Allah telah memberikan izin bagi mereka untuk tidak berjihad dalam kitab-Nya dengan keterangan yang sangat jelas.

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (QS. Al-Nisa’: 95)

Kalaulah jihad adalah fardhu ‘ain untuk selama-lamanya maka tidak akan ada kesempatan untuk membandingkan antara mujahidin dengan qaidin (yang tidak keluar berjihad) dan pastinya Allah tidak akan menjanjikan kebaikan untuk semuanya.

Sedangkan keberadaan orang buta dan pincang yang ikut rembug dan memberikan usul sebagaimana ikut sertanya Amru bin Al-Jamuh al-Anshari radhiyallaahu 'anhu dalam sebuah peperangan, maka semua itu karena semangat yang muncul dari diri mereka bukan karena hal itu diwajibkan atas mereka.

Kapan Jihad Menjadi Fardhu ‘Ain

Para ulama telah menetapkan bahwa jihad tidak menjadi fardhu ‘ain kecuali dalam tiga kondisi:

Pertama, apabila dua pasukan sudah bertemu dan berhadapan berdasarkan firman Alla Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).” (QS. al-Anfal: 15)

Kedua, apabila orang-orang kafir sudah memasuki negeri muslim, bagi penduduk negeri wajib berperang melawan dan mengusir mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً

“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu.” (QS. Al-Taubah: 123)

Ketiga, Apabila imam sudah menunjukkan suatu kaum untuk keluar berjihad maka mereka wajib keluar berdasarkan sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Maka apabila kalian diperintah untuk keluar berjihad, maka keluarlah!.” (Muttafaq ‘alaih)

Wallahu a’lam. (PurWD/voa-islam.com)

Ditarjamahkan oleh Purnomo WD dari tulisan Syaikh Abdurrahman bin Abdillah al-Sahim dari www.saaid.net.

Readmore...

Setelah Hujat Islam, Paus Tuntut Pembangunan Gereja di Arab

VATIKAN (voa-islam.com): Dalam pertemuan ketujuh Majelis “Sinode,” Vatikan mempertanyakan toleransi Islam dan menyerukan intervensi PBB untuk memaksa negara-negara Teluk membangun gereja.

Dalam sesi yang diadakan di hadapan Paus Benediktus XVI dan dihadiri Dewan Gereja-gereja Timur Tengah dan Gereja Mesir ini, Kardinal Petrus Kudo Abia Torkson menuntut agar resolusi antipenistaan agama Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak hanya dipromosikan terhadap Islam di dunia Barat saja.

“Resolusi ini juga harus mencakup kutukan terhadap penistaan terhadap agama Kristen di dunia Islam. Untuk itu, Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian yang menginduk kepada Vatikan siap mempromosikan dan mendukung langkah ini. Vatikan juga mendukung diterbitkannya resolusi PBB tentang kebebasan beragama di Mesir dan Timur Tengah sebagai alternatif untuk resolusi penistaan agama,” kata Kardinal Torkson yang juga Ketua Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian.

Torkson menuntut gereja-gereja dan minoritas agama di Timur Tengah tidak tunduk kepada apa yang ia sebut “diskriminasi, kekerasan dan propaganda fitnah anti-Kristen”, dalam penolakan pemberian ijin pembangunan gereja, atau pengaturan fungsi publik.

Sementara itu, Uskup Camillo Ballin, Vikaris Apostolik di Kuwait menuntut Vatikan agar memberikan tekanan terhadap negara-negara Teluk untuk memberikan ruang lebih banyak bagi pelaksanaan ibadah umat Kristen pada umumnya, serta pembangunan gereja, menuntut penetapan program dasar untuk total kegiatan gereja.
PAUS MENGHUJAT ISLAM

Sebelumnya, Paus Benediktus XVI mengutuk apa yang ia namakan “agama kepalsuan” yang dihasilkan oleh masyarakat modern, yang secara umum merujuk kepada “kekuatan ideologi teroris,” dengan mengatakan: “Tampaknya ada tindakan kekerasan yang dilakukan atas nama Allah, tetapi kenyataannya merupakan agama-agama palsu yang harus dibongkar”, ungkapnya.

....Paus Benediktus XVI mengutuk apa yang ia namakan “agama kepalsuan”....

Pidato Paus Benediktus XVI Ini diungkapkan dalam pembukaan “Dewan Sinode Timur Tengah” yang akan berlangsung hingga 24 Oktober dalam sebuah perayaan massal di Basilika Santo Petrus di Vatikan, dihadiri oleh Presiden Kongregasi Gereja-gereja Oriental, Kardinal Leonardo Sandri dan para patriark Katolik Timur dan sejumlah uskup yang datang dari kawasan Arab untuk berpartisipasi dalam Sinode yang mempelajari kondisi umat Kristen dalam segala aspeknya, menurut pernyataan resmi Vatikan.

Paus Benediktus menambahkan, “Agama palsu menjelaskan bahwa harta menjadikan orang sebagai budak dan mengendalikannya, bukan dikendalikan olehnya, dan yang menderita karenanya dan kadang-kadang mati karenanya.”

“Ada juga narkoba yang menghancurkan seluruh bumi, serta gaya hidup yang dipromosikan oleh arus opini publik, sehingga perkawinan tidak lagi memiliki nilai serta kesucian tidak lagi diutamakan,” tambahnya.

....Paus memperingatkan adanya “sekularisasi Islam” untuk menjauhkan kebanyakan nas-nas Syariat Islam, yang digambarkan sebagai “ekstrim”....

Paus menyebut kondisi umat Kristen di Timur Tengah sebagai hilangnya kekristenan di wilayah yang bermasalah. Lebih lanjut Paus memperingatkan adanya “sekularisasi Islam” untuk menjauhkan kebanyakan nas-nas Syariat Islam, yang digambarkan sebagai “ekstrim”, menurut kedustaannya. [ar/islammemo]

Readmore...